Sabtu, 11 Mei 2013

MENGENAL BUAH NAGA



Buah naga memang buah yang unik. Tumbuhan yang menghasilkan buah naga juga memiliki bentuk yang unik. Konon, nama 'naga' berasal dari penampilan batangnya yang menjulur berwarna hijau, mirip tubuh naga. Buahnya juga bersisik dan memiliki syap seperti seekor naga. Buah naga sebenarnya adalah buah kaktus. Tanaman penghasilnya adalahkaktus pemanjat Hylocereus sp.

Selasa, 07 Mei 2013

STRUKTUR TUMBUHAN BUAH NAGA

Tumbuhan buah naga termasuk jenis kaktus pemanjat. Ia di sebut pemanjat karena batangnya memanjat batang tanaman lain.Jika di cabut dari tanah, tanaman ini masih bisa hidup terus sebagai epifit yang menyerap air dan mineral melalui akar udara dan batangnya.

Secara morfologis, bagian-bagian dari tanaman buah naga dapat di jelaskan sebagai berikut.

A.      AKAR

Akar tumbuhan buah naga berupa akar serabut pendek. Warnanya putih kekuningan. Akar buah naga seperti akar kaktus lainnya, sangat cepat menyerap air.

Akar tumbuhan buah naga tidak hanya tumbuh di pangkal batang  di dalam tanah tetapi juga pada celah-celah batang. Akar tersebut berfungsi sebagai alat pelekat sehingga tumbuhan dapat melekat atau memanjat tumbuhan lain atau pada tiang penyangga.

Akar pelekat ini dapat juga di sebut akar udara atau akar gantung yang memungkinkan tumbuhan tetap dapat  hidup  tanpa tanah atau hidup sebagai epifit.

B.      BATANG


Tidak seperti tumbuhan lain yang berbatang bulat atau segi empat, tumbuhan buah naga memiliki bentuk segitiga Dan tidak seperti kaktus pada umunya, tumbuhan ini memili duri pendek sekali bahkan hampir tidak kelihatan, sehingga kadang ia di anggap sebagai kaktus tidak berduri. Batang tumbuhan buah naga tumbuh memanjang dan melengkung sehingga di sebut juga tanaman melengkung (tanlung).


C.      BUNGA


Tumbuhan buah naga memiliki bunga tunggal yang cukup besar. Bunga dati tumbuhan ini akan mekar setelah ukurannya mencapai + 30 cm. Bunga mulai mekar pada malam hari.  Mahkota bunga bagian luar yang berwarna krem akan mekar kira-kira pada pukul sembilan malam. Bagian yang mekar selanjutnya adalah mahkota bagian dalam yang berwarna putih bersih. Setelah mahkota mekar, sejumlah benang sari yang berwarna kuning dapat terlihat.



Bunga buah naga yang berbentuk corong akhirnya terbuka penuh pada tengah malam. Itulah sebabnya ia juga di kenal sebagai night blooming cereus. Bunga yang telah mekar penuh ini akan menyebarkan bau yang sangat harum. Bau harum yang menyebar akan menarik perhatian hewan-hewan untuk datang dan membantu penyerbukan bunga tersebut. Hewan yang biasanya membantu penyerbukan bunga naga antara lain kelelawar dan serangga penghisap madu.

Bunga buah naga hanya berkembang semalam. Selepas Subuh, bunga akan mengucup kembali. Setelah bunga layu, akan terbentuk bakal buah yang menggelantung.


D.      BUAH NAGA


Buah naga berbentuk bulan lonjong mirip buah nanas, namun memiliki sirip. Warna kulit merah jambu, di hiasi sulur atau sisik-sisik berwarna hijau seperti sisik naga. Beratnya kira-kira 400-650 gr.

 

Buah naga mempunyai daging buah seperti buah kiwi. Daging buahnya berwarna putih, merah atau merah tua (keunguan), bertaburan biji hitam kecil-kecil.

Rasa buah naga manis, segar, sedikit asam. Kandungan airnya cukup tinggi, sekitar 90%. Buah ini di makan dengan cara terlebih dahulu di cuci bersih lalu di belah menjadi dua bagian. Daging buah di ambil dengan cara menyendok seperti jika makan buah kiwi.

Selain dapat di santap langsung, buah naga juga dapat di olah menjadi puding, isi pai, campuran salad, selai,atau campuran es buah.


Beragamnya warna kulit maupun daging buah naga ini juga di manfaatkan oleh produsen es krim dan puding di Malaysia, sebagai pewarna makanan alami. Namun, warnanya yang unik akan hilang, berubah menjadi gelap, jika di masak pada suhu di atas 50' C.

E.       BIJI BUAH NAGA

Biji buah naga sangat banyak dan tersebar di dalam daging buah. Bijinya kecil-kecil seperti biji selasih. Biji buah naga dapat langsung di makan tanpa mengganggu kesehatan. Biji buah naga dapat di kecambahkan untuk di jadikan bibit.

HAMA DAN PENYAKIT PADA TUMBUHAN BUAH NAGA

Tumbuhan buah naga termasuk tumbuhan yang memiliki sedikit musuh atau hama penggangu. Hama yang biasa menyerang tumbuhan buah naga antara lain burung, tupai, dan kelelawar. Hewan-hewan tersebut suka makan buah naga yang sudah masak. Oleh karena itu, perlu di lakukan penjagaan terhadap buah naga. Hama lainya adalah kumbang Xylopetrus sp. dan lalat buah. Serangan lalat buah dapat di cegah dengan cara membungkus buah dengan kertas atau jaring pembungkus.

Penyakit yang menyerang buah naga antara lain penyakit busuk batang. Penyakit busuk batang dapat di sebabkan oleh penggunaan pupuk kandang atau kompos yang belum jadi. Penyebab lainnya adalah karena serangan bakteri Xanthomonas campestris, jamur, dan virus.

Apabila busuk batang di sebabkan oleh penggunaan pupuk kompos atau pupuk kandang yang belum jadi, tanaman masih dapat di pertahankan asal pemupukan berikutnya di perhatikan dan menggunakan pupuk yang sudah jadi (matang).

Yang harus di waspadai adalah apabila busuk batang di sebabkan oleh virus. Virus dapat menularkan penyakit pada batangyang masih sehat sehingga serangannya dapat meluas ke seluruh lahan. Tanda-tanda serangan virus antara lain di awali dengan adanya bintik-bintik merah pada batang. Lambat laun, bagian-bagian batang itu membusuk dan tinggal bagian sulur pada bagian tengah saja. Bagian tanaman yang memiliki tanda-tanda telah di serang virus harus segera di pangkas atau di ganti dengan tanaman yang baru. Tanaman yang telah di serang virus kemungkinan masih tetap hidup, namun produksinya akan mengalami penurunan. Bagian tanaman yang sudah terserang virus sebaiknya di buang atau di bakar dan jangan di jadikan bibit (setek).

Penyakit busuk batang yang di sebabkan oleh jamur juga masih dapat di kendalikan. Tanda-tanda awal serangan jamur tidak berbeda dengan serangan virus. Untuk serangan jamur dapat di atasi dengan penggunaan fungisida Beuveria Basiana. Cara penggunaan di campur dengan pupuk yang di gunakan untuk memupuk tanaman tersebut. Jamur juga dapat merusak buah naga meskipun hal ini jarang di jumpai. Contohnya jamur Dothiorella yang dapat mengakibatkan bintik-bintik cokelat pada buah.

Secara keseluruhan, untuk mencegah serangan hama dan penyakit adalah dengan menjaga kebersihan daerah sekitar tanaman. Jaga jangan sampai batang terluka atau tergenang air. Rumput dan gulma di sekitar tanaman harus di buang, dan gunakan pupuk organik yang benar-benar sudah jadi.


Perawatan di musim hujan juga harus lebih di perhatikan, yaitu kelembapan udara di jaga agar tidak terlalu tinggi. Cranya dengan membuat sanitasi agar kandungan air di dalam tanah stabil.

Senin, 06 Mei 2013

TEKNIK BUDIDAYA BUAH NAGA

Tumbuhan buah naga termasuk keluarga kaktus, sehingga cocok di tanam di lahan kering dan di daerah tropis. Oleh karena itu, iklim dan keadaan tekstur tanah di Indonesia cocok untuk pengembangan agribisnis buah naga.

Tumbuhan buah naga pada umumnya tidak memerlukan perawatan khusus sejak di tanam hingga menghasilkan buah. Namun, perhatian dan ketekunan tetap di perlukan untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Berikut ini hal-hal yang perlu di perhatikan untuk membudidayakan tumbuhan buah naga.

A.      PERSYARATAN LOKASI BUDIDAYA

Tumbuhan buah naga merupakan tumbuhan long day plant. Artinya, tumbuhan ini memerlukan penyinaran matahari yang penuh sepanjang hari. Jadi, daerah tropis yang disinari matahari sepanjang tahun cocok untuk di tanami buah naga.

Tumbuhan buah naga dapat hidup di pegunungan dan perkotaan, dengan ketinggian 0 sampai dengan 900 dpl. Ia dapat tumbuh di semua jenis tanah, kecuali rawa-rawa.

Tumbuhan buah naga juga dapat hidup di segala kondisi, pada musim penghujan maupun kemarau. Namun, lokasi yang memiliki curah hujan yang terlalu tinggi tidak menguntungkan bagi tumbuhan buah naga karena dapat mengakibatkan kerusakan dan pembusukan. Pilih juga dari lokasi yang bebas dari pencemaran udara karena udara yang tercemar mempengaruhi produksi buah naga.

Tumbuhan buah naga dapat optimal pada suhu 38-40'C. Jika perawatannya baik, tumbuhan akan mulai berbuah di usia 11-17 bulan.

B.      PERSIAPAN LAHAN

Tumbuhan buah naga memerlukan media tanah berpasir yang kaya dengan bahan organik (unsur hara) serta porous (tidak becek). Agar lahan tetap porous, perlu di buatkan parit-parit untuk saluran drainase di sekitar lahan.

Jarak bibit buah naga yang ideal adalah 2,5 x 2 m. Pada lahan perlu dibuatkan ajir atau tiang penyangga yang berfungsi sebagai tempat merambatnya batang tumbuhan. Tiang penyangga dapat di buatkan dari beton (semen) yang tingginya 160-200 cm. Selain dari beton, tiang penyangga juga dapat di buat dari kayu yang di tancapkan sedalam 50 cm. Alternatif lain adalah penggunaan tanaman hidup berbatang kuat.



Setiap tiang penyangga dapat di manfaatkan untuk menyangga empat tumbuhan buah naga. Oleh karena itu, untuk setiap hektar di perlukan 2.000 tiang penyangga yang dapat menyangga 8.000 bibit. Penyangga harus di buat sekuat mungkin karena tumbuhan buah naga akan semakin berat seiring bertambahnya umur tumbuhan.

C.      PEMBIBITAN

Sebagaimana jenis kaktus lainnya, buah naga dapat di kembangkan dengan berbagai cara, antara lain dengan biji dan stek. Walaupun sedikit rumit, cara perkembangannya dengan biji masih tetap di lakukan. Pertama biji buah naga harus di keringkan. Setelah kering biji di rendam dalam air hangat. baru di sebarkan dalam media semai yang dapat berupa campuran pasir halus, batu bata bubuk, dan tanah kompos. Setelah umurnya setahun, dan mempunyai panjang 4-5 cm, tanaman sudah dapat di pindah ke media tanam.

Cara lain yang lebih mudah untukmendapatkan bibit adalah dengan cara setek. Penanaman melalui setek batang lebih baik karena selain lebih mudah di peroleh, pertumbuhannya juga lebih cepat.



Setek batang dapat diambil dari suler atau batang dewasa yang dipotong-potong dengan panjang minimal 20 sampai 30 cm. Setek batang yang baru di ambil terlebih dahulu harus diangin-anginkan di tempat sejuk selama 7-10 hari untuk menghilangkan getahnya dan agar luka mengering. Sebelum ditanam, bagian pangkal setek dapat di celupkan terlebih dahulu ke dalam cairan perangsang pertumbuhan akar.

Setek selanjutnya di tanam dalam kantong tanaman atau polibag yang terisi tanah liat, pasir, dan pupuk kandang dengan komposisi 1:1:1/3.

Setek juga dapat langsung di tanam pada lahan perkebunan. Beberapa hari kemudian akan tumbuh tunas-tunas pada setek.

Tunas-tunas yang tumbuh harus diseleksi. Sebaiknya hanya 1 atau 2 tunasyang baik yang di biarkan tumbuh. Tunas yang jelek harus di buang karena dapat mengganggu pertumbuhan selanjutnya.

Setek batang yang di tanam akan tumbuh menjalar ke atas mengikuti tiang penyangga. Setek batang yang telah di tanam sebaiknya di ikat pada tiang penyangga agar tidak terkulai dan mudah patah. Apabila tanaman sudah besar dan memenuhi penyangga sebaiknya di lakukan penjarangan.

D.      PEMUPUKAN

Tumbuhan buah naga memang cukup mudah dala perawatannya. Namun, tetap saja tumbuhan ini tidak lepas dari pemberian pupuk. Alasanya, makin sering di beri pupuk, pertumbuhan tumbuhan ini akan semakin subur dan cepat menghasilkan buah.

Pupuk yang di berikan adalah pupuk organik atau pupuk alami dari kotoran hewan (pupuk kandang). Jika di bandingkan dengan tumbuhan buah lainnya tumbuhan buah naga dapat di katakan pemakan pupuk kandang yang paling rakus. Untuk satu pohon tumbuhan buah naga setidaknya memerlukan satu karung pupuk kandangsetiap bulannya. Hal tersebut memang masuk akal karena tanaman buah naga memang mampu menyimpan hara atau nutrisi untuk menghasilkan daging buah. Pemberian pupuk kandang yang banyak juga dapat membuat batang tanaman tampak kokoh dan tidak mengkerut.



Untuk jenis pupuk kandang yang baik di berikan pada tumbuhan buah naga adalah bersumber dari kotoran sapi atau kambing. Kedua jenis pupuk kandang ini sangat cocok karena kotoran sapi maupun kambing sama-sama memiliki unsur yang panas yang dapat menghangatkan media tanam. Apalagi, tumbuhan buah naga hanya tumbuh baik pada kondisi lahan yang tidak lembab, sebagaimana kondisi lahan untuk tanaman kaktus yang hidup di gurun.

Selain pupuk ornagik padat, dapat juga di berikan pupuk organik cair. Pupuk organik cair di semprotkan 7 hari sekali saat tumbuhan masih kecil, dan frekuensinya dapat di tingkatkan saat tumbuhan sudah besar.

Alternatif lain dalam pemberian pupuk adalah setiap bulan tanaman dapat di beri pupuk NPK dengan perbandingan 15:15:15 sebanyak 2 sendok teh per tanaman. Tambahkan pula pupuk mikro, misalnya metalik dengan konsentrasi 4 cc/liter air, dengan dosis 3 liter per tanaman. Pada umur 6 bulan, berikan pupuk Hortigo Kuning dan Hortigo Power, masing-masing 0,5 sendok teh per tanaman. Pupuk urea jarang di berikan karena dapat mengakibatkan kebusukan.

E.       PENYIRAMAN

Tumbuhan buah naga tidak banyak memerlukan banyak air. Karena termasuk jenis kaktus, tumbuhan buah naga dapat menyimpan air sendiri. Air hanya di perlukan secukupnya pada musim kemarau. Penyiraman dapat dilakukan seminggu sekali. Jika terjadi hujan, tanama tidak perlu di siram lagi.

Air penyiraman tidak boleh sampai menggenangi pangkal batang. Sebab pangkal batang yang terendam air dapat membusuk dan mati. Oleh karena itu, perlu di buatkan saluran airdi sekitar tanaman atau lahan agar air tidak tergenang.

F.       PEMBUNGAAN

Tumbuhan buah naga mengeluarkan bunganya kurang dari setahun setelah di tanam. Bunga akan mekar pada malam hari. Untuk proses penyerbukannya, secara alami di bantu oleh lebah, kupu-kupu, kelelawar, atau semut. Selain secara alami, penyerbukan juga dapat di bantu oleh manusia.

G.     PEMANGKASAN

      Dahan-dahan yang cukup panjang atau tidak produktif perlu dipangkas. Selain agar pertumbuhannya optimal, pemangkasan juga dapat merangsang pembungaan. Pucuk-pucuk batang juga harus sering di pangkas, agar buah tudak kekurangan nutrisi.





Rabu, 01 Mei 2013

TABULAMPOT BUAH NAGA

Selain menghasilkan buah yang mengandung banyak kasiat, buah naga juga unik di jadikan tanaman hias. Jadi, selain dibudiyakan untuk di ambil buahnya, tanaman buah naga dapat di kembangkan untuk di jual sebagai tanaman hias.




Tumbuhan buah naga dapat di jadikan tanaman hias yang mempercantik rumah.


Tanaman buah naga yang di tanam sebagai tanaman hias akan memperindah halaman rumah. Bagi yang tidak memiliki halaman rumah yang luas, tidak perlu khawatir. Tanaman buah naga tetap dapat menghiasi rumah dengan cara di tanam di dalam pot atau sebagai tabulampot (tanaman buah dalam pot). Cara membuat tabulampot buah naga sebagai berikut.



1.       Mempersiapkan bahan dan alat
Bahan dan alat yang di perlukan;
a.       Bibit tanaman buah naga,
b.      Media tanam berupa campuran tanah, pasir, bubuk bata merah,
c.       Pupuk kandang, kompos dan dolomit,
d.      Pot,
e.      Besi untuk tiang panjatan,
f.        Alat-alat untuk berkebun.

2.       Langkah pembuatan tabulampot
Langkah pertama adalah memilih pot. Pilih pot dari tanah liat. Alasannya, karena pot mudah menyerap air (porous). Ukuran diameter pot sekitar 40-50 cm. Selain itu sediakan tiang panjatan. Untuk tiang panjatan, pilih yang kuat dari besi beton berdiameter 8-10 cm. Buatlah tinggi tiang 200 cm. Seluruh tiang panjatan di beri sabut kelapa yang di ikatkan. Pada bagian bawah tiang di buatkan kaki-kaki tiang. Panjang kaki tiang sekitar 35 cm, dan di bentuk trapesium dengan ukuran 30 cm. Setelah itu, pulas dengan aspal agar tidak gampang kropos. Bagian atas tiang di buat piringan dengan diameter 40 cm. Pada bagian tengah piringan di beri besi yang di pasang bersilang. Pada pertemuan silangan, beri besi tegak lurus sepanjang 30 cm, yang nantinya di masukkan pada bagian ujung tiang.


Langkah selanjutnya adalah menyiapkan media tanam. Media tanam yang di gunakan berupa campuran tanah, pasir, bubuk batu bata merah, pupuk kandang, dan kompos dengan perbandingan 1 : 2 :2 : 3 : 1. Campur media dengan merata dan masukkan dalam pot hingga 80% volumenya. Tambahkan dolomit 100 gr/pot dan pupuk Hortigo 20 gr/pot. Siram sampai basah dan biarkan semalam.

Selanjutnya menyiapkan bibit. Sebaiknya, beli bibit dari penangkar tanaman buah naga sehingga kuwatitasnya terjamin. Pilih bibit stek batang yang panjangnya 60 cm dan diameternya 7 cm. Setelah itu, buat 3 lubang tanam dalam pot dengan kedalaman 10 cm dan diameter 6 cm. Tanam bibit dalam lubang tersebut. Setelah di tanam, tekan media di sekitar bibit agar padat. Ikat bibit agar tidak mudah roboh. Basahi permukaan media dengan sedikit air. Usahakan agar jangan sampai menggenangi pangkal batang. Pangkal batang yang terkena air akan membusuk.

Langkah terakhir, letakkan pot yang telah di tanami tanaman buah naga di lokasi yang mendapat sinar matahari penuh, terutama pada pagi hari. Tanaman buah naga akan tumbuh dengan baik, dapat di nikmati keindahannya dan tentu buahnya.

PRODUKSI BUAH NAGA

Buah naga dapat di panen sekitar 30 sampai 40 hari setelah bunga mekar. Pada panen perdana, rata-rata setiap batang tanaman akan menghasilkan empat buah naga.Produksi selanjutnya akan meningkat pada panen kedua, ketiga, dan seterusnya, asalkan di lakukan perawatan dan pemupukan denga baik. Tanaman buah naga mampu berproduksi terus menerus hingga lebih dari 20 tahun.


A.      Panen dan Pasca Panen
Buah naga yang masak berawarna hijau kekuningan. Sat masak, buah naga berwarna merah jambu menawan dengan sisik yang berwarna hijau kekuningan. Berat satu buah naga masak mencapai 300 gr hingga 500 gr. Bahkan ada yang beratnya mencapai 1000 gr.
Berikut ini presentase rata-rata hasil panen menurut berat buah, pada setiap satu hektar tanaman.

Berat
Presentase
Di atas 700 gr
3 %
500 - 700 gr
12 %
300 - 500 gr
65 %
Kurang dari 300 gr
20 %

Buah naga harus di panen hati-hati, agar  sayap-sayap buah yang menjurai mirip sisik tidak rusak. Untuk mengambil buah naga dari pohonnya harus menggunakan gunting tanaman yang tajam dan bersih.

Setelah di panen di lakukan penyortiran. Buah yang pilih harus segar, keras, berkilat dengan sisik kehijuan. Buah yang telah di sortir dapat di masukkan ke dalam keranjang sipa di kirim ke konsumen.

Dari segi ketahanan, buah naga dapat bertahan selama 45 hari jika di letakkan dalam ruang pendingin. Jika berada pada suhu ruang, buah naga dapat bertahan selama 15 hari. Karena ketahanan tersebut, buah ini cocok untuk di jadikan komoditas ekspor.

B.      Mutu Buah Naga

Mutu buah naga dapat di nilai dari ukuran, berat, buah, juga kemanisannya. Berdasarkan beratnya, buah naga dapat di bedakan dalam lima kategori sebagai berikut.

Mutu
Berat
AA
601 gr ke atas
A
451 – 600 gr
B
351 – 450 gr
C
250 – 350 gr
D
250 gr ke bawah

Mutu buah naga juga dapat di lihat dari kondisi dan penampilan luar buah. Buah naga yang baik untuk di konsumsi harus sehat, tidak ada luka-luka di bagian kulit buah.

Buah yang terluka di bagian luarnya di khawatirkan akan berpengaruhdi bagian dalamnya. Jika buah di tekan sudah sedikit empuk, berarti buah sudah cukup matang untuk di komsumsi. Buah naga yang baik juga masih di selimuti oleh sisik atau sulur yang berwarna hijau kekuningan pada kulitnya yang berwarna merah jambu. 

PELUANG USAHA

Sebelum tahun 2000-an, buah naga hanya ada di Meksiko, Israel, Australia, dan Vietnam. Meksiko dikenal sebagai negara terbanyak yang mengekspor buah naga. Tiap tahun, negara ini mengekspor tidak kurang dari 140.000 ton buah naga. Thailand dan Vietnam merupakan pemasok buah naga terbesar kedua di dunia. Namun, permintaan yang dapat di penuhi masih kurang dari 50%.

Saat ini, buah naga sudah merambah pasaran di Indonesia. Pasar lokal saat ini masih di banjiri oleh produk buah naga impor. Berdasarkan catatan, buah naga yang masuk ke tanah air dari Thailand dan Vietnam mencapai 200-400 ton per tahun.

Buah naga yang masuk ke Indonesia hampir setiap tahunnya mengalami peningkatan. Pasar ekspornya juga terbuka luas. Oleh karena itu sejumlah pihak mulai melirik komoditas ini. Apalagi budidayanya cukup mudah dan prospek kedepannya dapat di pastikan cerah.

Bila di lihat dari analisa usaha, berkebun buah naga sebenarnya amat menjanjikan. Bayangkan, 1 hektar lahan dalam 2 tahun dapat memberikan keuntungan bersih Rp 741.000.000,00 atau setahun Rp 370.500.000,00 meskipun modal yang di perlukan juga relatif besar. Namun belum banyaknya informasi yang di terima petani tentang bagaimana cara memperoleh bibit unggul, tata cara pemeliharaan serta kepastian pasar, menyebabkan masih jarang orang yang membudidayakannya.

KHASIAT BUAH NAGA

Pada umumnya, buah naga di konsumsi dalam bentuk buah segar. Oleh karena kandungan air buah ini sangat tinggi dan rasanya cukup manis, buah ini dapat menghilangkan dahaga.

Di balik kesegaran dan kenikmatannya, buah naga juga memiliki banyak kasiat. Sebuah sumber badan Litbang pertanian menyebutkan, buah naga dapat menurunkan kadar kolesterol, menyeimbangkan kadar gula darah, mencegah kanker usus, menguatkan daya kerja otot, meningkatkan ketajaman mata, dan menghaluskan kulit.

Banyak pakar sependapat dan menyakini, buah naga kaya dengan vitamin dan mineral. Zat-zat tersebut sangat membantu meningkatkan daya tahan tubuh dan melancarkan metabolisme.

Secara keseluruhan, buah ini baik untuk kesehatan dan dapat memenuhi kebutuhan tubuh akan zat gizi sehari-hari. Ini telah dibuktikan melalui analisis laboratoruim yang di lakukan oleh Taiwan Food Industry Develop and Research Authoritis. Hasil analisis menunjukkan buah naga mengandung zat-zat sebagai berikut.

Kandungan Nilai per 100 gr Buah Naga Merah

Air 82,5 – 83 g
Protein 0,159 – 0,229 g
Lemak 0,21 – 0,61 g
Serat Kasar 0,7 – 0,9 g
Karoten 0,005 – 0,012 mg
Kalsium 6,3 – 8,8 mg
Fosfor 30,2 – 36,1 mg
Iron 0,55 – 0,65 mg
Vitamin B1 0,28 – 0,043 mg
Vitamin B2 0,043 – 0,045 mg
Vitamin B3 0,097 – 0,43 mg
Vitamin C 8 – 9 mg
Thiamine 0,28 - 0,30 mg
Riboflavin 0,043 – 0’044 mg
Niacin 1,297 – 1,300 mg
Abu 0,28 g
Lain – lain 0,54 – 0,68 g


Sumber ; Taiwan Food Industry Develop & Research Authoritis

Zat-zat di atas mempunyai fungsi antara lain sebagai berikut.

  1. Protein dari buah naga merah mampu melancarkan metabolisme tubuh, dan menjaga kesehatan jantung.
  2. Serat berfungsi mencegah kanker usus, penyakit kencing manis, dan baik untuk diet.
  3. Karoten berfungsi menjaga kesehatan mata, menguatkan otak, dan mencegah penyakit.
  4. Kalsium untuk menguatkan tulang.
  5. Fosfor untuk pertumbuhan jaringan tubuh.
  6. Zat besi untuk menambah darah.
  7. Vitamin B1 untuk kestabilan suhu tubuh.
  8. Vitamin B2 untuk meningkatkan nafsu makan.
  9. Vitamin B3 menurunkan kadar kolesterol.
  10. Vitamin C untuk menjaga kesehatan dan kehalusan kulit

Satu lagi fakta menakjubkan ialah berdasarkan kajian terkini, buah naga tidak hanya dapat dimanfaatkan buahnya. Bagian-bagian lain dari tanaman buah naga juga dapat di manfaatkan.

Buah naga yang masak memang langsung dapat dikonsumsi. Sedangkang buah yang belum masak dapat di buat sup. Bunga buah naga dapat juga di konsumsi yaitu dengan menjadikannya sebagai sayur urap, di goreng, atau dapat di keringkan untuk di jadikan minuman semacam teh.



Dahan atau cabang buah naga juga dapat di makan yaitu di jadikan salad, urap, di goreng, dan di jadikan sup. Masakan dari buah naga di percaya dapat membuang racun dalam tubuh dan membersihkan pencernaan.



Di Amerika Selatan, dahan buah naga di hancurkan untuk di jadikan makanan ternak kambing atau sapi. Pakan ternak dari dahan tersebut terbukti dapat meningkatkan kadar susu dan kualitas daging ternak.